Badung – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan tradisi tahunan Mbed-Mbedan di Desa Adat Semate, Badung, Bali, pada Minggu (30/3). Tradisi ini digelar setiap tahun, tepatnya sehari setelah Hari Raya Nyepi, atau saat perayaan Ngembak Geni, yang dalam budaya Bali merupakan momentum untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan sosial.
Mbed-Mbedan merupakan tradisi unik di mana puluhan umat Hindu saling tarik-menarik menggunakan tumbuhan bun kalot dan tali tambang. Kegiatan ini dilakukan oleh dua kelompok warga desa yang saling berhadapan dan beradu kekuatan, layaknya permainan tarik tambang, namun memiliki makna simbolik yang kuat.
Menurut tokoh adat setempat, tradisi ini bukan sekadar permainan, melainkan sebuah ritual untuk memohon keharmonisan dan menjaga rasa persaudaraan antarwarga desa. Tarik-menarik yang terjadi mencerminkan dinamika kehidupan masyarakat yang harus dijalani dengan kebersamaan dan semangat gotong royong.
Peserta terdiri dari laki-laki maupun perempuan, tua dan muda, yang mengikuti tradisi ini dengan penuh semangat dan tawa. Warga yang menonton pun turut memberikan semangat, menjadikan acara ini meriah namun tetap sakral dalam nuansa adat.
Tradisi ini dipercaya telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Desa Semate. Meskipun zaman terus berkembang, warga setempat tetap menjaga kelestariannya sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Pemerintah desa bersama prajuru adat turut mengatur jalannya tradisi agar berlangsung aman dan tertib. Pihak keamanan desa serta pecalang berjaga untuk memastikan kegiatan tidak mengganggu ketertiban umum dan tetap kondusif.
Selain menjadi bagian dari ritual keagamaan dan budaya, Mbed-Mbedan juga menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara yang kebetulan berada di Bali pasca Nyepi. Tradisi ini menjadi daya tarik budaya yang menunjukkan kekayaan dan keunikan tradisi Bali yang tetap hidup hingga kini.
Dengan tetap mempertahankan nilai-nilai gotong royong, kesederhanaan, dan persaudaraan, Mbed-Mbedan bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.







