Baru 50 Persen Pemudik Kembali, Menhub Imbau Warga Atur Waktu Arus Balik

banner 120x600
banner 468x60

 

Semarang – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa hingga H+6 Lebaran, tepatnya pada Minggu (6/4), baru sekitar 50 persen pemudik yang kembali ke wilayah barat melalui jalur tol pada masa arus balik Lebaran 2025.

banner 325x300

“Dari perkiraan 2,2 juta pemudik, sampai pagi ini masih ada sekitar 1 juta orang yang belum kembali,” ujar Menhub Dudy saat meresmikan jalur satu arah di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.

Hal ini menunjukkan bahwa arus balik belum mencapai puncaknya, dan potensi kepadatan lalu lintas masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah pun terus memantau pergerakan kendaraan dan melakukan berbagai rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.

Rekayasa jalur satu arah (one way) yang dimulai dari Kalikangkung menuju arah barat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat arus balik dan menghindari kemacetan panjang.

Menhub juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemudik yang belum kembali, untuk mengatur waktu perjalanan sebaik mungkin dan memanfaatkan informasi dari petugas serta media resmi guna mengetahui kondisi lalu lintas terkini.

“Kami minta masyarakat tidak menunda-nunda, karena jika semua kembali dalam waktu bersamaan bisa menimbulkan kemacetan parah,” tambahnya.

Dudy memastikan bahwa seluruh kementerian dan lembaga terkait termasuk kepolisian dan Jasa Marga terus bersinergi untuk menjaga kelancaran dan keselamatan arus balik. Selain itu, posko-posko mudik masih aktif memberikan layanan informasi, medis, dan bantuan teknis jika dibutuhkan oleh para pemudik.

Dengan masih banyaknya pemudik yang belum kembali, pemerintah juga menghimbau perusahaan atau instansi yang mempekerjakan para pemudik untuk memberikan fleksibilitas waktu kembali bekerja, guna membantu meringankan beban jalan raya di masa puncak arus balik.

Kementerian Perhubungan akan terus melakukan evaluasi harian dan siap menyesuaikan strategi lapangan guna menghindari penumpukan kendaraan di titik-titik krusial, seperti rest area, pintu tol, dan jalur utama arteri.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *