Karangasem – Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyiagakan sebanyak 840 tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan selama berlangsungnya rangkaian Upacara Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem.
Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang hanya menurunkan 770 tenaga kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya antisipasi dan kesiapsiagaan pemerintah dalam memberikan pelayanan medis yang optimal kepada umat dan pengunjung yang memadati kawasan pura selama upacara berlangsung.
Kepala Dinas Kesehatan Bali, I Nyoman Gede Anom, mengatakan bahwa pada tahun ini terdapat tiga posko pelayanan kesehatan utama yang akan beroperasi penuh selama 24 jam. Hal ini menjadi pembaruan penting, mengingat pada tahun sebelumnya terdapat beberapa pos kesehatan yang hanya buka selama 12 jam.
“Tahun ini semua pos pelayanan kesehatan kami operasikan 24 jam penuh. Harapannya pelayanan menjadi lebih cepat dan efektif, khususnya saat menangani kasus-kasus gawat darurat,” ujar Anom di Denpasar, Senin (7/4).
Ketiga pos tersebut ditempatkan di titik-titik strategis yang mudah dijangkau pemedek dan pengunjung, sehingga penanganan medis dapat dilakukan segera apabila terjadi insiden kesehatan selama upacara keagamaan berlangsung.
Selain petugas medis, Dinas Kesehatan juga menyiapkan sejumlah ambulans yang dilengkapi dengan peralatan medis standar darurat, serta dukungan logistik berupa obat-obatan dan perlengkapan medis lainnya.
Anom juga menambahkan bahwa kerja sama lintas sektor, termasuk dengan TNI/Polri, pecalang, dan relawan, turut dilibatkan dalam mendukung keamanan dan kelancaran pelayanan medis selama pelaksanaan upacara.
“Ini bentuk komitmen kita untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh umat yang datang ke Besakih dalam menjalankan kegiatan spiritual,” tegasnya.
Dengan peningkatan kesiapan dan jumlah tenaga kesehatan yang lebih banyak, Pemprov Bali berharap seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar dan aman, serta umat Hindu yang tangkil ke Pura Agung Besakih merasa lebih terlindungi secara kesehatan.







