Daerah  

BKSDA Bali: Pancaroba Picu Migrasi Lebah Melintasi Tol Bali Mandara

banner 120x600
banner 468x60

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengungkapkan bahwa fenomena migrasi kawanan lebah yang melintasi Tol Bali Mandara pada Minggu (19/4) siang dipicu oleh kondisi pancaroba. Perubahan cuaca yang ditandai dengan panas terik dan angin kencang mendorong koloni lebah berpindah mencari habitat baru yang lebih mendukung bagi kelangsungan hidup mereka.

banner 325x300

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa dalam kajian entomologi, lebah memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. “Pancaroba, panas terik dan angin dapat memicu perpindahan koloni lebah menuju tempat yang lebih favorable,” ujarnya di Denpasar. Kondisi ini merupakan respons alami lebah terhadap perubahan suhu dan kelembapan yang memengaruhi kestabilan sarang mereka.

Lebah, sebagai serangga yang suhu tubuhnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, cenderung akan berpindah ketika kondisi habitatnya tidak lagi ideal. Faktor seperti peningkatan suhu, perubahan kelembapan, serta gangguan eksternal dapat membuat sarang lama tidak lagi layak dihuni. Dalam situasi tersebut, koloni lebah akan melakukan migrasi secara berkelompok untuk mencari lokasi baru yang lebih sesuai.

Perpindahan koloni lebah ini merupakan bagian dari mekanisme bertahan hidup yang umum terjadi di alam, terutama saat memasuki masa peralihan musim. Meskipun fenomena ini terbilang alami, kemunculannya di kawasan padat aktivitas seperti jalan tol dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perilaku lebah menjadi penting untuk menghindari reaksi berlebihan yang justru dapat memicu gangguan.

BKSDA Bali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang apabila menemui kawanan lebah yang sedang bermigrasi. Selama tidak diganggu, lebah umumnya tidak agresif dan akan melanjutkan perjalanan menuju lokasi baru. Kesadaran masyarakat terhadap fenomena alam ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengurangi risiko interaksi negatif antara manusia dan satwa liar.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *