Mulai Tahun Ajaran Baru, Siswa Kelas 5 SD Akan Belajar AI dan Coding

banner 120x600
banner 468x60

 

Jakarta – Pembelajaran mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan coding akan mulai dikenalkan kepada siswa sejak kelas 5 sekolah dasar (SD), demikian disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Ma’ruf El Rumi, di Antara Heritage Center, Jakarta, Senin (17/3).

banner 325x300

Ma’ruf menjelaskan bahwa kebijakan ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran baru, namun sifatnya masih opsional atau pilihan, belum masuk sebagai mata pelajaran wajib. “Ini merupakan langkah awal untuk adaptasi dengan perkembangan teknologi. Mau tidak mau, para siswa saat ini tidak bisa dilepaskan dari AI,” ujarnya.

Menurutnya, pengenalan AI dan coding sejak dini sangat penting agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pelaku aktif dalam proses inovasi dan penciptaan solusi teknologi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mempersiapkan generasi masa depan yang siap bersaing di era digital.

Selain itu, pembelajaran coding dan AI juga diyakini mampu melatih kreativitas dan pola pikir logis siswa, yang sangat berguna dalam menyelesaikan berbagai persoalan di kehidupan nyata. “Kami ingin siswa terbiasa berpikir sistematis, kritis, dan solutif sejak dini,” tambahnya.

Kurikulum AI dan coding akan dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif, agar siswa tetap merasa tertarik dan tidak terbebani. Materi yang diajarkan nantinya disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.

Ma’ruf juga menekankan bahwa meski belum wajib, pihak sekolah yang memiliki sumber daya cukup dianjurkan untuk mulai menerapkan program ini. Pemerintah akan memberikan dukungan berupa pelatihan guru serta panduan materi ajar agar proses belajar berjalan efektif.

Sebagai langkah awal, beberapa sekolah akan menjadi percontohan (pilot project) dalam penerapan kurikulum ini. Evaluasi secara berkala akan dilakukan guna mengetahui efektivitas pengajaran dan menyesuaikan pendekatan yang digunakan.

Dengan langkah ini, diharapkan pendidikan dasar di Indonesia mampu mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga melek teknologi dan siap menyongsong era digital berbasis inovasi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *